Sisi lain teror bom

Dugaan sementara otak pelaku bom JW Marriot dan Ritz-Carlton adalah orang lama, versi polisi adalah Noordin M.Top(NMT). Dan dugaan itu telah menjadi semacam acuan bagi masyarakat awam bahwa muslim tak lebih dari seperti yang dicontohkan oleh bang NMT, tapi yang ingin saya sampaikan disini bukanlah bahasan mengenai muslim akan tetapi membalik pola pikir dari peledakan dan dugaan otak pelaku peledakan bom. Menurut pandangan saya, selama ini masyarakat tidak pernah tau apakah benar tertuduh memang pelaku sebenarnya? yang kedua, kalau memang benar tertuduh adalah pelaku atau otak pelaku teror bom di indonesia selama ini, apakah benar agama islam dibalik semua ini???

Dalam setiap pemberitaan di media massa, terkait dengan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan(bom rakitan dirumah pelaku,coret-coretan di rumah pelaku yang biasanya bersifat minimalis) masyarakat pun tak pernah tau apakah benar barang bukti tersebut mamang milik pelaku, ataukah milik seseorang yang berkepentingan yang mendanai pengejaran dan pengintaian pelaku teror bom. Yang masyarakat tau hanyalah pemberitaan media massa bahwa barang bukti tersebut "DIDUGA" milik pelaku....

Lalu,siapa dibalik serangan teror ini???

Anda pernah menjadi korban razia narkoba di jalan??ato pernah menjadi korban salah tangkap oleh petugas yang "dianggap" berwajib???atau justru melihat langsung petugas yang "dianggap" berwajib itu memasukkan sendiri narkoba ke saku ato jok mobil korban????

Kalo anda pernah melihat itu semua, anda pasti tau kemana harusnya dugaan pelaku atau otak pelaku teror bom harusnya dialamatkan....anda setuju???

Situs jejaring sosial haram???

Hmmmm......

Lagi2 "keputusan" MUI menuai kontroversi, kali ini adalah tentang penggunaan fasilitas teknologi yang semakin berkembang pesat. Tapi apakah benar MUI mengharamkan teknologi itu, ataukah mengharamkan penyalahgunaan teknologi(menurut islam tentunya) itu???

Mari, hendaknya kita menelaah terlebih dahulu apa sebenarnya yang telah difatwakan haram oleh MUI, sebelum kita beramai2 menghujat fatwa tersebut.

DPT bermasalah!!!!

Itulah berita hangat akhir2 ini...Daftar Pemilih Tetap(DPT) yang dikeluarkan KPU dituding tidak valid dan tidak sesuai dengan data yang ada di lapangan oleh beberapa partai peserta pesta pemilu. Sangat ironis memang, adanya dugaan bermunculannya data fiktif DPT pemilu 2009 ini sudah sewajibnya tidak terjadi andaikata pemerintah bisa memanfaatkan "fasilitas " kemajuan teknologi akhir2 ini. Kalo untuk membuat DPT saja KPU tidak bisa, kok bisa2nya KPU menggembar-gemborkan bahwa pemilu ini adalah pesta demokrasi rakyat????apa tidak malu???

Menarik untuk dicermati, bahwa negara kita yang "katanya" berhasil melakukan swasembada beras dan cadangan devisanya paling tinggi dalam sejarah berdirinya bangsa ini tidak mampu mengatasi hal sepele : Pendataan kependudukan secara akurat dan akuntabel!!!!
Kenapa saya ketakan seperti itu, karena setiap warga negara memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk mempunyai KTP lebih dari 1 untuk setiap kepala. Dan apa penyebabnya???

Menurut analisa bodoh saya,inilah penyebabnya :
1. Kurangnya pemanfaatan teknologi oleh pemerintah
2. Tidak adanya proteksi terhadap putra-putri bangsa yang terbaik dan potensial di bidangnya
3. Masih terlalu percaya dengan model pendidikan peninggalan generasi '65 yang sudah sangat usang dan sewajibnya untuk diganti

Penjelasan gampangnya seperti ini, negara ini dalam mendata penduduk yang berhak mendapat dan menggunakan KTP tidaklah tersentralisasi pada pusat, akibatnya data penduduk hanyalah milik pemerintahan setempat, dan tidak bisa diakses oleh pemerintahan di daerah lain. Kenapa seperti itu? karena dalam pembuatannya, pemerintah daerah (pemda) kurang memanfaatkan adanya fasilitas penerapan database online yang sudah sejak awal th 2000 mulai diterapkan di beberapa negara. Lalu, apakah dengan menerapkan sistem database online masalah akan selesai, tentunya tidak semudah itu masalah akan selesai, pihak2 yang tidak senang dengan adanya penerapan teknologi tersebut tentu akan berusaha untuk mengganggu dan bahkan merusak sistem tersebut. Lantas, bagaimana solusinya??Jawabannya ada pada pemerintah itu sendiri, yakni bagaimana mereka bisa memanfaatkan potensi dari putra-putri bangsa ini. Akan tetapi, pertanyaan kembali muncul, apa peran aktif dari pemerintah untuk mendukung pengembangan potensi putra-putri bangsa ini??anggaran pendidikan total cuma 20% dari total APBN, itu-pun termasuk gaji dari para pahlawan tanpa tanda jasa kita...

Bagaimana menurut anda???

Menuju Argo Dumilah

Gunung, puncak segala kekuasaan..itulah yang selalu ada dibenakku. Ya, hobi mendaki yang telah tumbuh sejak awal Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu makin menggila saat aku memasuki ruang kelas Sekolah Menengah Atas (SMA)..Dan, aku sangat beruntung karena di sekolah baruku itu ada ekskul Pecinta Alam (PA), sehingga akupun tanpa pikir panjang mendaftar di ekskul tersebut.

Awal maret 2004, pendakian pertamaku di Gunung Lawu (3625 mdpl), gunung yang menjadi salah satu gunung favorit para pendaki (terutama pendaki pemula) di kawasan madiun dan sekitarnya.... Aku dan ke-6 temanku berangkat menjelang senja, dan perjalanan yang mugkin bisa dibilang berani (bodoh lebih tepatnya) karena hanya berbekal sangat seadanya (aku hanya membawa 1 botol aqua 1,5 lt, jaket parasit, 3 bungkus ****mie goreng, dan selembar sarung plus pakaian yang melekat di badan) hehehe...

Pukul 4 sore aku dan rekan2 gilaku sampai di terminal, setelah tawar-menawar dengan beberapa supir angkot, akhirnya kamipun berangkat menuju Cemoro Sewu tempat awal pendakian sebenarnya ada jalur lain yang lebih landai, yaitu Cemoro Kandang, di lain kesempatan akan saya ceritakan kenapa kami lebih memilih Cemoro Sewu. Setelah menyelesaikan kewajiban kami kepada bapak sopir yang baik hati (hanya menarik 2rb per org hehehe..), kami langsung menyelesaikan urusan administrasi di gudang (ruangannya lebih mirip gudang daripada kantor administrasi) hehehe....

Mentari mulai menghilang saat kami mengisi perut kami dengan bekal yang kami bawa (3 bungkus ****mie untuk 6 orang). Dan, pendakian pun dimulai dengan 3 senter mungil sebagai penerang. Beruntung pada saat kami mendaki purnama dengan ramah menemani perjalanan kami. Lewat dari pos 1, medan terjal berbatu mulai manghampiri, kami pun harus ekstra hati2 melewati medan itu dengan peralatan yang seadanya... (sedikit didramatisir lah...hehehehe..), setelah berhasil melewati medan batuan sampai ke pos 2, kami diterima dengan ramah oleh hamparan jurang dan rindangnya pohon2 khas gunung lawu memasuki pos 3. Setelah disuguhi tanjakan (antara 45 - 60 derajat dan dikelilingi jurang2 kecil) di sepanjang menuju pos 4, akhirnya kami mamasuki pos 4 yang terkenal dengan aroma belerangnya yang khas...di pos 4 ini kami tidak terlalu sulit untuk mengunjungi pos 5 yang "hanya" berjarak beberapa tanjakan dan belokan yang hanya mengarah ke kanan dan ke kiri..Lewat di pos 5, purnama seolah-olah mengajak kami berbincang dan menggiring kami untuk tak melewatkan indahnya lampu kota bila dinikmati ditengah belaian badai gunung yang membuat kami tak bisa berlama-lama di SENDANG DRAJAT untuk mengisi perbekalan air kami...

Keesokan paginya (jam di hanphone menunjukkan angka 4.30 Waktu Argo Dalem) setelah meneguk segelas kopi hangat (sebenarnya sangat panas, tapi karena suhu menunjukkan mendekati 3 derajat celcius, lidah kami kehilangan sensifitas panasnya) kami mulai merengsek naik ke puncak..sambil melilitkan potongan salonpas di hidung kami..Puncak!!!!awan pagi seolah dibawah kaki2 perkasa kami(muncak tanpa alas kaki coy!!!gila ga tuh???) dan kami laksana mahapatih Gajahmada saat mengantar keberangkatan Laksamana Nala mengarungi lautan bumi nusantara.......

Alhamdulillah.....

Akhirnya bLog sederhana ini bisa mengudara (emang radio???)...mohon kritikan dan saran demi peningkatan kualitas isi dan tampilan di bLog sederhana ini..

Ditunggu yak!!!!!

Postingan Lebih Baru Beranda